Di awal tahun 2022, saya dan rekan-rekan musyrif Pondok Pesantren Daarul Uluum PUI Majalengka merencanakan sebuah petualangan istimewa. Rencana kami adalah mengadakan kegiatan berkemah untuk para santri, sebuah pengalaman mendalam yang berbeda dari rutinitas harian di pesantren.
Namun sebelum pelaksanaan, kami sepakat untuk melakukan survei terlebih dahulu ke berbagai tempat yang mungkin cocok sebagai lokasi perkemahan. Bagi kami, inilah langkah awal yang penting untuk memastikan bahwa petualangan ini akan menjadi pengalaman yang berkesan dan bermanfaat bagi semua yang terlibat.
Di hari Sabtu yang cerah, tepatnya tanggal 12 Maret 2022, kami memulai perjalanan survei kami dengan penuh semangat. Destinasi pertama kami adalah Bumi Perkemahan Curug Leles, sebuah tempat yang kami dengar memiliki pesona alam yang menakjubkan. Meskipun perjalanan menuju sana tidaklah mudah, dengan jalan yang sulit dilalui, tetapi semangat kami tidak surut. Kami yakin bahwa setiap tantangan yang kami hadapi akan menjadi bagian dari cerita petualangan ini nantinya.
Singkat cerita, setelah menjelajahi beberapa tempat, kami akhirnya kembali ke Bumi Perkemahan Curug Leles pada hari Rabu, 23 Maret 2022. Kali ini, tujuan kami adalah melakukan fiksasi dan persiapan teknis untuk acara yang akan datang. Kami memilih area Riverside Camp untuk lokasi utama acara tadabbur alam.
Kejernihan air sungai di Buper Leles sungguh memanjakan mata, memanggil kami untuk merasakan kesegaran airnya. Tanpa ragu, kami pun turun ke sungai, dan sensasi dinginnya langsung menggetarkan namun sekaligus menawarkan kesegaran yang tak terlupakan.
Kami dengan saksama memetakan lokasi tenda untuk para santri, merencanakan area bermain, merinci rute untuk kegiatan jelajah alam, outbound, dan melaksanakan tugas-tugas lain yang diperlukan.
Tidak jauh dari situ, sekitar 1,5 km, kami menemukan Telaga Biru Nila. Tempat ini tampaknya sangat cocok untuk dijadikan sebagai destinasi akhir perjalanan penjelajahan bagi para santri putra. Kejernihan airnya yang memukau dan nuansa biru yang menawan benar-benar menciptakan suasana yang luar biasa.
Setiap sentuhan alaminya membawa ketenangan dan keindahan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Inilah tempat yang sempurna untuk melengkapi petualangan kami dan memberikan pengalaman yang tak terlupakan bagi para santri nanti.
Dua hari setelahnya, tepatnya pada sore hari Jumat tanggal 25 Maret 2022, kami berangkat rombongan dari Majalengka ke Buper Leles ini. Dan setibanya di lokasi, saya diberi amanah untuk menyambut dan briefing santri terkait rangkaian acara kedepan selama 3 hari 2 malam yang akan kami lalui.
Tidak berselang lama setelah itu, hujan turun dengan derasnya. Namun, kami beruntung karena menjelang waktu Maghrib, hujan berhenti dan seolah memberi kesempatan kepada kami untuk melaksanakan shalat berjamaah di area terbuka di tengah hutan.
Sensasi ini sungguh tak terlupakan, merasakan ikatan dengan alam sembari beribadah. Setelah shalat, Mudir (pimpinan pondok) memberikan tausiyah yang penuh makna, menambah semangat dalam petualangan kami semua.
Malam pertama di perkemahan, setelah hujan reda, kami menikmati bakar-bakaran jagung dan menyalakan api unggun. Kesederhanaan momen itu begitu mempesona dan penuh kenikmatan.
Pagi yang cerah pada hari Sabtu, 26 Maret 2022, menyaksikan para musyrifah dengan penuh keceriaan menikmati pengalaman berkemah. Suasana keakraban merebak dalam setiap percakapan mereka, menciptakan ikatan yang semakin erat di tengah alam yang indah.
Bagi kami berdua, saya dan istri, momen ini menjadi pengalaman pertama kami camping bersama dan tidur di dalam tenda di alam terbuka. Sensasi tersebut membawa kedekatan yang baru dalam hubungan kami.
Kegiatan hari kedua pun dimulai, kami para musyrif dan musyrifah, dengan bantuan OSDU (Organisasi Santri Daarul Uluum), memulai setiap rangkaian acara dengan semangat. Salah satu agenda hari ini adalah jelajah alam, di mana santri putra menyelesaikan perjalanan mereka di Telaga Biru Nila, sementara santri putri berakhir di Telaga Herang. Kegiatan ini memberikan dimensi petualangan yang mendalam bagi kami semua.
Setelah itu, para santri pun kembali ke perkemahan dan menikmati aliran sungai yang menyegarkan. Suara gemericik air menjadi latar belakang bagi momen santai dan kebersamaan di antara mereka.
Malam pun tiba, kami mengisi waktu dengan pentas seni dan berbagai hiburan lainnya. Suasana malam yang penuh bintang menjadi latar yang sempurna untuk berbagi bakat dan kreativitas di antara santri.
Agenda yang begitu lengkap dan sangat disukai oleh para santri, karena memberi mereka kesempatan belajar di luar kelas dan merasakan alam secara langsung. Hal ini menjembatani pengalaman belajar dengan interaksi nyata dalam lingkungan alami.
Keesokan harinya, pada Ahad tanggal 27 Maret 2022, acara ditutup dengan penyampaian dari Mudir yang disertai dengan pemberian hadiah dan berbagi pesan serta kesan. Momen ini menjadi titik akhir dari petualangan berharga yang telah kami lalui bersama-sama dan menjadi tadabbur alam yang penuh dengan suka cita di Bumi Perkemahan Curug Leles Majalengka.

















