Setelah melewati perjalanan malam yang cukup lama dari Majalengka, akhirnya pada pagi hari Ahad, tanggal 23 Januari 2022, saya, istri, adik perempuan saya, para musyrif, dan 16 santri putri Program Akselerasi Tahfizh, tiba di Yogyakarta, tepatnya di Wediombo Parking Zone. Meskipun rasa lelah masih terasa, semangat petualangan langsung menggelora dalam diri kami.
Rencana awal untuk mengunjungi Pantai Jungwok harus kami ubah karena tantangan yang tak terduga. Ternyata, menuju pantai tersebut memerlukan trekking yang memakan waktu cukup lama. Setelah berdiskusi dengan para pembina, kami memutuskan untuk memilih ke Pantai Wediombo saja.
Keputusan ini membuat kami lega, terutama para santri Akselerasi Tahfizh yang tetap bersemangat untuk menikmati indahnya pantai Wediombo. Meskipun rencana berubah, kebahagiaan dan keseruan tetap menyertai kami dalam menjalani petualangan di Yogyakarta.
Tidak hanya para santri Akselerasi Tahfizh yang merasakan kebahagiaan di Pantai Wediombo, tetapi istri dan adik saya selaku pembina harian tahfizh santri juga turut merasakan kegembiraan yang sama saat bermain dengan ombak di tepi pantai tersebut.
Kebersamaan ini semakin memperkaya pengalaman kami di Yogyakarta, menciptakan momen tak terlupakan yang menghubungkan kami melalui tawa, senyum, dan kesenangan bersama di bawah sinar matahari pantai Wediombo.
Setelah asyik bermain di Pantai Wediombo, kami melanjutkan petualangan kuliner di Wonosari dengan menyantap ayam goreng khas daerah tersebut. Setelah perut aman terisi, kami pun melanjutkan perjalanan ke HeHa Sky View.
HeHa Sky View adalah destinasi wisata di Yogyakarta yang terkenal sebagai tempat/spot terbaik untuk melihat pemandangan dari ketinggian, juga menjadi tempat favorit untuk berfoto dengan latar belakang yang menakjubkan. Selain pemandangan yang memukau, tempat ini juga menawarkan banyak fasilitas hiburan.
Setelah menikmati dan melewati hari yang melelahkan, kami segera menuju Pop Hotel Malioboro untuk proses check-in dan beristirahat serta menyegarkan diri.
Selama sore hingga malam hari itu, kami memberikan kesempatan kepada para santri untuk mandiri menjelajahi destinasi wisata di sekitar Pop Hotel Malioboro, seperti Malioboro yang terkenal, Museum Benteng Vredeburg yang sarat sejarah, titik nol kilometer Yogyakarta, Alun-alun Kidul Jogja yang ramai, hingga eksplorasi ke Keraton Yogyakarta dan berbagai tempat menarik lainnya.
Saya dan istri memilih untuk menjelajahi Malioboro menggunakan becak, mengalami sensasi unik dari transportasi lokal yang sungguh nyaman dan menyenangkan.
Pada hari kedua di Jogja, tepatnya Senin pagi tanggal 24 Januari 2022, kami rombongan menyambut pagi yang cerah dan memulai hari dengan sarapan di Sop Ayam Pak Min Klaten yang terletak di dekat Malioboro.
Kami kembali ke hotel dengan langkah yang bersemangat setelah sarapan, lalu check-out hotel pada pukul 09.00 WIB. Kemudian kami melanjutkan perjalanan, tujuan berikutnya adalah wisata oleh-oleh di Bakpia Pathok 25, tempat yang selalu dinanti para wisatawan untuk berburu oleh-oleh khas. Di sana, suasana semakin hidup dengan tawa riang para santri yang semangat memilih oleh-oleh kesukaan mereka.
Setelah berburu oleh-oleh selesai, kami memutuskan untuk mencicipi kenikmatan es krim di Tempo Gelato Kaliurang, dengan suasana Italia yang khas begitu terasa langsung oleh kami.
Saat siang tiba, kami melanjutkan perjalanan kuliner dengan mengunjungi warung ayam bakar di daerah Sleman, yang menghadirkan cita rasa khas yang menggugah selera. Setelah itu, kami berlanjut ke Agro Wisata Bhumi Merapi, sebuah tempat yang memukau dengan beragam atraksi. Di sana, kami disambut oleh banyak spot foto unik yang menambah daya tarik tempat ini.
Agro Wisata Bhumi Merapi memiliki pesona unik yang menggabungkan keindahan alam dengan kreasi manusia. Selain spot foto yang mengagumkan, tempat ini juga menawarkan aktivitas seperti berkebun, berinteraksi dengan hewan ternak, dan menikmati panorama alam yang menakjubkan.
Informasi Google Maps untuk Agro Wisata Bhumi Merapi
Miniatur-miniatur terkenal dunia, termasuk replika Santorini di Yunani, memberikan sentuhan internasional pada pengalaman lokal kami di Yogyakarta. Agro Wisata Bhumi Merapi benar-benar menciptakan harmoni antara hiburan, edukasi, dan kecantikan alam dalam satu paket yang memukau.
Setelah mengelilingi Agro Wisata Bhumi Merapi dengan penuh kepuasan, kami memutuskan untuk melanjutkan perjalanan pulang ke Majalengka. Namun, sebelumnya kami singgah sejenak di toko oleh-oleh Bakpia Kukus Tugu Jogja untuk melengkapi koleksi oleh-oleh kami.
Dalam perjalanan pulang, kami membawa bersama kenangan manis dan berbagai oleh-oleh yang mengingatkan kami akan petualangan tak terlupakan di Yogyakarta.
Pada Selasa dini hari tanggal 25 Januari 2022, tepat pukul 03.30 WIB, kami tiba kembali di Majalengka. Seluruh santri terlihat lelah namun penuh dengan kenangan indah dari perjalanan. Setelah sampai di Rumah Tahfizh, para santri istirahat untuk mengisi kembali tenaga, sementara para musyrif kembali ke rumah masing-masing.
• • •





























