Menggali Potensi Tersembunyi Desa Wisata Dirgantara di Malang Selatan



Sebuah petualangan menarik dimulai pada Sabtu, 4 November 2017, ketika kami, sekelompok mahasiswa Pariwisata FIA UB, berkumpul di depan GOR Pertamina UB untuk memulai studi lapangan kami ke Desa Wisata Dirgantara. Pagi itu kami sangat bersemangat, dan siap menjalani hari dengan petualangan dan pengetahuan baru.

Pukul 08.00 WIB kami berkumpul di meeting point dan mulai persiapan menuju destinasi. Tidak ada yang lebih menyenangkan daripada mengendarai motor dalam konvoi bersama teman-teman.

Perjalanan seru kami berlangsung dari pukul 09.00 WIB hingga waktu Dhuhur, dengan pemandangan indah sepanjang jalan dan angin sepoi-sepoi yang menyegarkan. Tiba waktunya untuk makan siang, kami beristirahat sejenak dan mengisi tenaga.

Setelah itu, petualangan kami berlanjut ke Paralayang Bukit Waung-Pantai Modangan, Desa Sumberoto, Kecamatan Donomulyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Sampai di sana, kami melakukan survei lokasi yang akan menjadi bagian penting dalam diskusi perencanaan pariwisata regional.



Kami juga disuguhkan pemandangan tidak biasa ketika para atlet paragliding sedang melakukan aksinya, seperti sekawanan burung bebas yang melayang indah di angkasa, mewarnai langit dengan parasut warna-warni mereka.




Sensasi kebebasan dan keberanian para atlet tersebut seolah menyatu dengan pesona alam yang menakjubkan, menambah daya tarik tersendiri pada perjalanan kami di Desa Wisata Dirgantara Paralayang Bukit Waung-Pantai Modangan.




Sekitar pukul 15.30 WIB, kami mulai mengadakan sesi diskusi yang serius tapi seru. Didampingi oleh dosen kami dan stake holders desa wisata, ide-ide kreatif bermunculan dan kami memikirkan cara-cara untuk mengembangkan potensi pariwisata daerah ini dengan lebih baik.


Petualangan kami belum berakhir, setelah sesi diskusi, kami turun ke pantai menggunakan motor trail. Sensasi adrenalin melanda kami ketika melintasi medan yang menantang, namun pemandangan pantai yang menakjubkan menghadirkan kebahagiaan tersendiri, kami juga berkesempatan melihat para atlet paragliding mendarat di landing area.



Setelah itu, kami menikmati makan malam bersama di camp dengan menu prasmanan. Selepas menyantap hidangan lezat, kami kembali berdiskusi tentang perencanaan pariwisata regional dengan semangat yang sama seperti sebelumnya.


Waktu berlalu begitu cepat, sekitar pukul 22.00 WIB, diskusi selesai dan kami memutuskan untuk beristirahat sejenak sampai esok pagi.

Keesokan harinya, Ahad, 5 November 2017, kami bangun sebelum matahari terbit untuk mempersiapkan kegiatan selanjutnya. Foto-foto diambil untuk mengabadikan momen indah kami selama kegiatan ini.


Setelah itu, kami melanjutkan dengan pengaplikasian hasil diskusi kami sebelumnya ke dalam rencana nyata untuk memajukan pariwisata regional ini. Waktu berlalu dengan cepat, dan kami sempat menikmati sedikit free time sebelum akhirnya memulai sesi penutupan pada pukul 10.00 WIB.




Di saat-saat terakhir ini, kami merenungkan betapa berharganya pengalaman ini bagi kami dan berharap dapat kembali ke daerah ini untuk melihat perkembangan pariwisatanya.

Selanjutnya, kami meninggalkan Paralayang Bukit Waung-Pantai Modangan dengan hati penuh kebahagiaan dan kenangan tak terlupakan. Petualangan kami berakhir, tetapi pengalaman dan pengetahuan baru yang kami dapatkan akan tetap membekas selamanya.

Informasi Resmi Kemenparekraf RI untuk Atraksi di Desa Wisata Dirgantara