Bulan Mei 2015 menjadi bulan yang sangat mengasyikan, karena saya dan dua teman saya berhasil mendaki Gunung Sindoro sebelum wisuda SMA. Sebelumnya, di awal bulan juga saya sempat mendaki Gunung Ciremai di Majalengka.
Kami bertiga berangkat dari Yogyakarta siang hari ke Wonosobo, tepatnya di basecamp pendakian jalur Kledung. Akibat perjalanan ini, wajah saya menjadi agak gelap karena efek dari mendaki. Tapi hal tersebut tidak masalah, karena keesokan harinya ketika kami summit tepat saat sunrise, Gunung Sindoro menyuguhkan kepada kami samudera awan yang begitu indah, seolah lapisan langit terlihat dengan jelas di hadapan kami.
Gunung Sindoro juga memberi kami pengalaman yang baru, di puncak gunungnya yang memiliki ketinggian 3153 mdpl, terdapat kawah aktif yang dapat kami lihat dasarnya. Kami juga mencium bau belerang yang khas, menambah kesan mendalam tentang keunikan setiap gunung yang telah kami daki, dan kami pun memberanikan diri mendekati kaldera kawah Gunung Sindoro ini.
Di puncak Gunung Sindoro, sinar matahari begitu terik menerangi kami, sementara teman-teman saya sibuk menulis ucapan-ucapan penuh semangat. Pemandangan awan yang tampak begitu dekat, seolah menyatu dengan kami di puncak, menciptakan momen yang tak terlupakan.
Setelah menikmati keindahan puncak Gunung Sindoro, saatnya kami bersiap untuk melanjutkan perjalanan turun gunung, membawa kenangan indah dalam hati kami sambil ditemani Gunung Sumbing yang terlihat sangat gagah di hadapan kami.
Tidak disangka sebelumnya, ketika kami memulai perjalanan turun gunung, di hadapan kami terhampar begitu banyak tanaman bunga edelweis yang khas. Keindahannya begitu memukau hati, seolah memberikan hadiah tak terduga setelah perjuangan kami mendaki gunung ini.




















